Selasa, 01 November 2011

Peranan Ikatan Haji Muslimat Nahdlatul Ulama (Ihmnu) Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Terhadap Pembentukan Kepribadian Muslim

Peranan Ikatan Haji Muslimat Nahdlatul Ulama (Ihmnu) Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Terhadap Pembentukan Kepribadian Muslim

Dakwah yang dilakukan melalui wadah organisasi akan lebih berhasil. Melalui media ini, madÂ’u akan membentuk sebuah alur komunikasi yang berfungsi sebagai wadah Islam dalam satu keseluruhan. Dalam komunikasi organisasi memiliki tujuan saling bekerja sama dan berlomba dalam kebaikan, yakni saling mencari pengaruh terhadap obyek dakwah agar mereka mau menjalankan ajaran Islam secara baik dan benar. Di sini para pelaku organisasi akan memacu prestasi dan giat dalam berdakwah untuk mendapatkan respon dari obyek dakwah sehingga terjadilah suatu tindakan timbal balik positif antar anggota dan masyarakat dalam proses komunikasi tersebut

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

Minat Masyarakat Penggaron Terhadap Seni Rebana Sebagai Media Dakwah (Studi Kasus Rebana Az-ZahroÂ’)

Minat Masyarakat Penggaron Terhadap Seni Rebana Sebagai Media Dakwah (Studi Kasus Rebana Az-ZahroÂ’)

Dari kajian pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Minat masyarakat Penggaron terhadap seni rebana az-Zahro cukup besar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni seni rebana merupakan media untuk memasyarakatkan shalawat, seni rebana dianggap sebagai seni Islami yang mampu menampilkan syiÂ’ar Islam, seni rebana mengandung syair-syair yang dapat diambil hikmahnya, rebana dapat menjadi hiburan alternatif yang murah, seni rebana menjadi ajang aktifitas dan kreatifitas remaja, seni rebana mampu memberikan hiburan yang bernuansa religius, seni rebana dilantunkan secara langsung yang menyertai pengajian umum, majlis taÂ’lim dan kegiatan lainnya.
2. Terdapat pesan dakwah dalam rebana az-Zahroh yang didapatkan dari syaÂ’ir-syair yang dilantunkannya. Hal ini karena syari-syair tersebut berisi tentang shalawat, pujian dan petuah bijak. Begitu juga dengan seni musiknya

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

Bimbingan Rohani Tarekat Asy-Syahadatain pada Masyarakat Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus

Bimbingan Rohani Tarekat Asy-Syahadatain pada Masyarakat Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus


Berdasarkan analisa pelaksanaan bimbingan rohani yang dilakukan oleh tarekat Asy-Asyahadatain dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan rohani serta proses pelaksanaan bimbingan rohani ditinjau dari sudut pandang bimbingan dan penyuluhan Islam, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Bimbingan rohani yang dilakukan oleh tarekat Asy-Asyahadatain adalah suatu usaha untuk membantu individu dalam membersihkan hati agar tercapai ketenangan jiwanya menuju kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Bimbingan rohani tersebut meliputi ; Pertama, pengenaan pakaian, yang bermaskud untuk mengikuti sunnah Nabi dan juga sebagai cerminan bagi jiwanya. Kedua, bacaan syahadat, yakni dilaksanakan sebagai tameng menjaga diri agar tetap iman. Ketiga, amalan mengusap wajah hingga jenggot setelah shalat, yakni amalan ini lebih dimaknai sebagai sunnah Nabi. Keempat, dzikir, dilaksanakan guna menenteramkan hati dan juga agar senantiasa mengingat Allah. Kelima, pengajian yakni memberikan nasihat para anggotanya agar tetap senantiasa menjaga segala amalan yang telah ditetapkan oleh tarekat tersebut.
2. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bimbingan rohani adalah : faktor pendukung meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intenal antara lain materi bimbingan rohani yang sesuai dengan kebutuhan bagi para anggotanya dan juga keahlian para pimpinan atau pembimbing rohani dalam menyampaikan materi tersebut, sedangkan faktor ekternal meliputi : faktor masyarakat anggota tarekat Asy-Asyahadatain yang mengikuti bimbingan rohani yang memiliki ghirah dan niat tulus ikhlas mencari keridhaan Allah dan faktor masyarakat yang tidak ikut dalam bimbingan rohani berupa tindakannya yang proaktif terhadap pelaksanaan bimbingan rohani tersebut. Sementara faktor penghambat pelaksanaan bimbingan rohani adalah kurang representatifnya sarana dan prasarana yang ada, sehingga mengganggu jalannya pelaksanaan bimbingan rohani tersebut.
3. Ditinjau dari sudut pandang bimbingan penyuluhan Islam, yakni bimbingan rohani tersebut dapat menjadi salah satu bahan atau materi bagi pelaksanaan bimbingan penyuluhan Islam dan apabila dilihat dari sudut pandang tujuan, keduanya bertujuan untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia dan akhirat juga dapat berfungsi prefentif, kuratif dan developmental

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

Pengaruh Bimbingan Keagamaan Dalam Membantu Penyembuhan Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Pati

Pengaruh Bimbingan Keagamaan Dalam Membantu Penyembuhan Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Pati

Dari uraian pembahasan “Pengaruh Bimbingan Keagamaan dalam Membantu Penyembuhan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Pati”, dapat penulis simpulkan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan bimbingan keagamaan Islam terhadap pasien adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian atau pemberian nasehat yang Islami (ajaran Islam) oleh rohaniawan. Bimbingan ini dilaksanakan ketika pasien masuk rumah sakit sampai pasien sembuh dan diizinkan pulang meninggalkan rumah sakit oleh dokter. Rohaniawam memberikan bimbingan dengan cara mengunjungi pasien satu persatu dengan maksud meringankan penderitaan pasien secara kejiwaan dengan keimanan dan keagamaan yang ditanamkannya. Pasien didorong untuk berlaku sabar dalam menerima cobaan serta sabar untuk memperoleh kesembuhan.
2. Pengaruh bimbingan keagamaan dalam penyembuhan pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Pati sangatlah positif, sebab disamping diberikan obat secara medis, juga diberikan obat secara spiritual yaitu melalui bimbingan keagamaan mengenai ajaran-ajaran Islam

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA


Pengaruh Materi Kolom Mimbar JumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. Terhadap Perilaku Keberagamaan Pembaca Di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal

Pengaruh Materi Kolom Mimbar JumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. Terhadap Perilaku Keberagamaan Pembaca Di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh materi kolom mimbar jumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. di Harian Wawasan terhadap perilaku keberagamaan pembaca di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Dalam skripsi ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei karena dalam metode survei ini informasi dikumpulkand ari responden dengan menggunakan kuesioner. Dan untuk mendapatkan berupa banyak orang yang membaca kolom mimbar jumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. di Harian Wawasan terhadap perilaku keberagamaan pembaca di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal dengan cara mengunjungi langsung agen-agen koran yang ada di Kecamatan Kaliwungu. Dan hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil angket yang penulis sebar ternyata tidak ada pengaruh antara materi kolom mimbar jumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. di Harian Wawasan terhadap perilaku keberagamaan pembaca. Hasilnya tidak signifikan berarti tidak diterima dengan baik adanya kolom mimbar jumÂ’at di masyarakat Kaliwungu.
Jadi kesimpulan darinya adalah bahwasanya materi kolom mimbar JumÂ’at Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A di Harian Wawasan tidak berpengaruh terhadap perilaku keberagamaan pembaca di Kec. Kaliwungu Kab. Kendal. Karena masyarakat setempat khususnya para pembaca rubrik Kolom Mimbar JumÂ’at tersebut tidak merespon atau menerimanya dengan baik, karena ternyata masih jarang yang membaca harian Wawasan. Hal ini dapat terlihat dari hasil angket yang penulis sebar, dan hasilnya tidak terbukti. Terbentuknya perilaku keberagamaan masyarakat yang ada di Kec. Kaliwungu bukan karena adanya rubrik tersebut, tapi memang lingkungan sekitar yang dapat membentuk perilaku keberagamaannya dengan baik

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA


Muatan Dakwah Dalam Album Raihan “Demi Masa”

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan dakwah yang ada dalam Album Raihan “Demi Masa” sebagai musik Islami yang mempunyai visi misi amal ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif teks dengan pendekatan strukturalisme semiotik, dan pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi serta analisisnya menggunakan analisis hermeneutik.
Sedangkan kesimpulan dari skripsi ini adalah mengajak pada kita semua, untuk senantiasa menghargai waktu, menggunakan kesempatan sebaik-baiknya dan mensyukuri nikmat Allah dan juga mengajak kita senantiasa untuk mendzikir dengan dua kalimah syahadah, berjihad demi mempertahankan agama dan saling menghargai sesama manusia serta mengakui keEsaan Tuhan.
Dalam Album “Demi Masa”, semua syair lagunya mengandung muatan dakwah. Kesepuluh lagu ini ajakan dan seruan kejalan Allah dilakukan dengan cara ekspresif di dalam sebuah syair lagu yang didengar dan direnungkan untuk menambah kekuatan iman dan taqwa

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

Analisis Wacana Mengenai Pemberitaan Aktifis Muslim Di Majalah Tempo Tahun 2003 Pasca Tragedi Bom J.W Marriott

Analisis Wacana Mengenai Pemberitaan Aktifis Muslim Di Majalah Tempo Tahun 2003 Pasca Tragedi Bom J.W Marriott

Penelitian mengenai pemberitaan aktifis muslim di majalah Tempo ini menggunakan analisis wacana sebagai alat untuk membedah teks media. Sedangkan pendekatan yang dipakai adalah analisis kognisi sosial (Sosial Cognition Analysis). Berdasarkan data yang telah diteliti maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Berita dengan judul Memburu Anggota Wakalah Lampung, diperoleh kesimpulan bahwa wartawan menggambarkan Asmar sudah terlibat kekerasan sejak masih umur 14 tahun. Wartawan juga menulis tentang kota lampung sebagai pusat gerakan kelompok Majelis Mujahidin Fisabilillah dan basis kelompok Jamaah Islamiyah.
Berita dengan judul Mereka-reka Otak Pelumat Marriott, wartawan menulis para pelaku bom Marriott berhubungan dengan pelaku bom Bali. Wartawan juga menulis secara detil kronologi pengeboman J.W Marriott. Selain itu, wartawan menulis ungkapan simpati dari beberapa kepala negara tetangga, yang semakin memperjelas keberadaan terorisme di Indonesia.
Berita dengan judul Terkecoh Samaran Azahari, wartawan menggambarkan kecerdikan Dr Azahari yang mampu mengelabuhi warga Taman Sari Bandung serta aparat kepolisian. Sehingga Ia berhasil dari sergapan polisi. Wartawan secara tidak langgung menegaskan bahwa Dr Azahari adalah orang yang sangat membahayakan bagi pihak polisi.
Tema mengenai pemberitaan terhadap aktifis muslim merupakan makna global atau umum dalam wacana. Tema ini kemudian didukung oleh superstruktur (skema) yaitu serangkaian pola atau bentuk dari suatu teks. Tema ini juga didukung oleh makna lokal dari suatu teks, yang tergantung pada setting maupun peristiwa yang terjadi.
Pada elemen datar, teks dipergunakan untuk mendukung tema berita mengenai dahsyatnya bom Marriott, kelihaian Dr Azhari dalam melakukan penyamaran dan kota Lampung yang diidentikkan sebagai sarang kelompok Jamaah Islamiyah. Pada elemen detil, teks secara strategis menguraikan secara detil mengenai usaha aparat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku pengeboman. Dalam elemen maksud, Tempo cenderung memberikan ruang dan makna yang sedikit terhadap para aktifis muslim.
Dalam elemen Praanggapan, Tempo cenderung memilih pernyataan dari pihak kepolisian sebagai nara sumber yang dalam statement sering mengkaitkan pelaku pengeboman hotel J.W Marriott dengan bom Bali. Pada elemen nominalisasi, Tempo jarang menggunakan elemen ini, jika dipergunakan akan mempunyai efek menghilangkan subyek.
Pihak kepolisian secara strategis memanfaatkan elemen wacana untuk memaknai peristiwa atau fakta agar mempunyai citra yang positif dihadapan masyarakat. Untuk membentuk citra yang positif, wartawan Tempo banyak menggunakan bentuk kalimat aktif, sedangkan kalimat yang mempunyai makna negatif, wartawan Tempo cenderung menggunakan kalimat pasif yang berakibat salah satu subyek dihilangkan. Pada elemen koherensi wartawan Tempo memaknai teks yang disusun untuk mendukung dan pendapat dari tema. Dalam elemen kata ganti, Tempo cenderung menggunakan kata ganti mereka yang berarti para aktifis muslim yang diduga sebagai pelaku pengeboman dan kata ganti kita yang berarti Tempo dan aparat kepolisian berada dalam posisi yang sama atau sepihak.
Dalam elemen leksikon, wartawan Tempo banyak menggunakan ungkapan-ungkapan yang negatif yang mengacu para aktifis muslim. Sedangkan dalan elemen grafis, Tempo banyak mengambil gambar dari pihak kepolisian yang sedang bekerja atau memberi keterangan kepada media massa untuk mendukung tema. Pada elemen ekspresi untuk mendukung tema, Tempo banyak mengutip pendapat seseorang secara langsung. Pada elemen metafora, wartawan menggunakan kiasan atau ungkapan

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA